bismillahirrahmanirrahim

RENUNGAN SEBELUM TIDUR

Saudara, saudara saudara dan saudara-saudara serta saudara-saudaranya saudara-saudara adalah saudara yang bersaudara. Bersaudaralah dengan saudara saudara sebelum saudara dengan saudara-saudara. Jika saudara kurang bersaudara dengan saudara-saudara, cobalah perbaiki persaudaraan saudara dengan saudara saudara sebelum bersaudara dengan saudara-saudara. Jangan sampai, saudara bersaudara dengan saudara-saudara, tapi saudara tidak bersaudara dengan saudara saudara, atau saudara saudara bersaudara dengan saudara-saudara, tapi tidak bersaudara dengan saudara. Dan setelah saudara bersaudara dengan saudara saudara, maka bersaudaralah dengan saudara-saudara serta saudara-saudaranya saudara-saudara, kemudian saudarakan saudara saudara dengan saudara-saudara serta saudara-saudaranya saudara-saudara. Dengan persaudaraan yang bersaudara antara saudara, saudara saudara, saudara-saudara serta saudara-saudaranya saudara-saudara, sehingga saudara semua menjadi satu saudara yang bersaudara.

assalamu'alaikum??

selamat datang di irul blogs, jangan lupa kasih comment ya!!

Senin, 22 Desember 2008

sekedar informasi

Tema:
TAUHID

Tauhid ???,
Sebenarnya apa sih tauhid tersebut, banyak para ulama, ustadz, kyai, dll. Yang ceramahnya tidak lepas dari tauhid itu sendiri. Di media ini kami (PC.IRM) mencoba untuk memberikan sekedar INFORMASI yang kami ketahui tentang tauhid tersebut……..
Tauhid à Tauhid adalah Pegangan pokok dan sangat meentukan bagi kehidupan manusia , karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang dilakukannya. Hanya amal yang dilandasi dengan tauhidlah --menurut tuntunan Islam-- yang akan menghantarkan manusia kepada kehidupan yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di alam Akhirat nanti.

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nahl ayat 97
“Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”


Berdasarkan pada pentingnya peranan Tauhid dalam kehidupan manusia, maka wajib bagi setiap muslim untuk mempelajarinya.

Tauhid bukan sekedar mengenal dan mengerti bahwa Pencipta alam semesta ini Allah; bukan sekedar mengetahui bukti-bukti rasional tentang kebenaran Wujud (keberadaan) -Nya dan Wahdaniyah (keesaan)-Nya; dan bukan pula sekedar mengenal Asma’ dan Shifat-Nya.

Iblis mempercayai bahwa Tuhannya adalah Allah; bahkan mengakui ke-Esaan dan ke-Mahakuasaan Allah dengan permintaannya kepada Allah melalui Asma’ dan Shifat-Nya. Kaum Jahiliyah Kuno yang dihadapi Rasulullah SAW juga menyakini bahwa Tuhan Pencipta, Pengatur, Pemelihara dana Penguasa alam semesta ini adalah Allah SWT.
( Lihat Al-Qur’an; Q:S; 38:82; 31:25; 23:84-89).

Namun, kepercayaan dan keyakinan mereka itu belumlah menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat MUSLIM, yang beriman kepada Allah SWT. Dari sini lalu timbul pertanyaan; “ Apakah Hakikat Tauhid itu?”

Tauhid ialah Pemurnian ibadah kepada Allah, yaitu: menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekuen, dengan menaati segala perintah-Nya san menjauhi segala larangan-Nya dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap dan takut kepada-Nya.

Untuk inilah manusia itu diciptakan Allah. Dan sesungguhnya, misi para Rasul adalah untuk menyempurnakan Tauhid dalam perngertian tersebut, mulai dari rasul pertama hingga rasul terakhit, Nabi Muhammad SAW. ( Lihat Al-Qur’an: 16:36; 21:25;7:59,65 Dll).
Allah berfirman:

“Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia melaikan supaya mereka beribadah kepadaKu.” ( QS, Adz-Dzariyat: 56)
“ Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun (berbuat Syirik)…………. (QS, An-Nisa: 36)

Mu’adz bin Jabal r.a, menuturkan:
“Aku pernah dibonceng Nabi Muhammad SAW di atas seekor keledai. Lalu beliau bersabda: ‘hai Mu’adz, tahukah kamu apa hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya dan apa hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah?’. Aku menjawab?: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliaupun bersabda: “ Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya ialah supay amereka beribadah kepada-Nya saja dan tidak berbuat syirik sedikit pun kepada-Nya; sedangkan hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah adalah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak berbuat syirik sedikit pun kepada-Nya.” Aku bertanya: “ Ya Rasulullah, tidak perlukah aku menyampaikan kabar gembira inikepada orang-orang?” Beliau menjawab: “Janganlah kamu menympaikan kabar gembira ini kepada mereka, sehingga mereka nanti akan bersikap menyandarkan diri.” (Hadist riwayat Bukhari dan Muslim dalam shahih mereka)
Irmawan-Irmawati dalam Al-Qur’an surah Al-An’am ayat 151-153, Allah memerintahkan 10 (Sepuluh) Perintah untuk para hamba-Nya yang pertama Allah memerintahkan kepada hamba-Nya supaya Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, dan masih banyak lagi Ayat yang melarang untuk menjauhi perbuatan syirik.
Irmawan-Irmawati ini baru sebagian kecil tentang penjelasan tentang Tauhid, masih banyak sekali ayat dan hadist yang shohih yang menjelaskan pembahasan ini. Mari kita bersama-sama memohon Taufiq Allah, karena Tauhid bukan sekedar untuk di mengerti dan dipahami saja, tetapi lebih daripada itu, yaitu: suatu sikap dan pandangan hidup tauhidi yang tercermin dalam keyakinan, tutur-kata dan amalan.

Hanya kepada Allah kita menghamba dan hanya kepada-Nya kita mohon perlindungan.
Semoga shalawat serta salam senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad, Keluarga dan para sahabatnya.
Nuun Wal Qalami Wamaa Yasthuruun .

Rabu, 20 Agustus 2008

HIDUP ADALAH SEOLAH-OLAH menghidupkan hati yang telah mati dan merangsang pikiran yang tak berfungsi


HIDUP ADALAH SEOLAH-OLAH
Menghidupkan hati yang mati
dan merangsang pikiran yang tak berfungsi

Hidup adalah seolah-olah, karena hidup tidak hanya di dunia.
Dunia adalah seolah-olah, karena dunia ini akan fana.
Fana adalah selaoh-olah, karena setelah fana akan ada alam nyata.
Alam nyata adalah seolah-olah, karena tidak akan nyata bagi orang yang tidak punya amal nyata.
Dan Amal nyata adalah seolah-olah, bagi mereka yang menganggap hidup hanya sekali saja.


SEOLAH-OLAH MELIHAT ALLAH TA'ALA
Saudaraku……… Jika anda sudah meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah Dzat yang Maha melihat terhadap apa yang anda lakukan, Maha mendengar terhadap apa yang anda bisikan, dan Maha meliputi terhadap apa yang ada dalam pikiran dan lintasan hati anda, maka anda harus merasa, meyakini dan membayangkan seolah-olah hidup anda , sekecil apapun, tidak ada yang lepas dari pantauan dan penglihatan Allah Ta’ala.

SEOLAH-OLAH BERSAMA RASULULLAH S.A.W
Saudaraku……… Benar bahwa hidup bersama Rasulullah saw secara fisik adalah mustahil, karena beliau telah wafat belasan abad yang lalu. Namun untuk meneladani sifat beliau, ibadah beliau, akhlak beliau serta serta kehidupan beliau bukan merupakan suatu hal yang mustahil, karena anda bisa mendapatkannya lewat perawinya, yaitu para ulama yang senantiasa istiqomah menjalani kehidupan sesuai tuntunan Rasulullah saw,

SEOLAH-OLAH HIDUP ADALAH JANJI
Saudaraku……… Hidup adalah Janji, dan Janji adalah hutang, dan hutang harus ditepati dan akan dimintai pertanggung jawabannya. Jika anda renungkan dengan seksama bahwa ‘Tidak ada sejengkalpun waktu anda yang tidak berupa janji. Setiap tarikan nafas, atau naik dan turunnya nafas adalah Janji. Sahabat Ali bi Abi Thalib pernah mengatakan “ Waktu itu bagaikan pedang, jika anda tidak menggunakannya untuk memotong, maka ia akan memotong anda” waktu bisa bermanfaat jika digunakan sesuai dengan tujuannya.

SEOLAH-OLAH YANG TERAKHIR KALI
Saudaraku……… kesempatan untuk peduli, memberi, mengasihi, menyayangi dan mencintai tidak akan datang setiap kali, karena manusia tidak tahu kapan ajalnya tiba. Oleh karenanya, anggaplah semua kesempatan dan kemudahan yang anda temui sekarang adalah seolah-olah yang terakhir kali.
“ Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat ( pula ) memajukannya.” ( QS. 7:34 )

SEOLAH-OLAH DUNIA ADALAH LAUTAN
Saudaraku……… renungkanlah wasiat Lukman Al-Hakim kepada anaknya: “Wahai anak ku, sesungguhnya dunia ini ibarat lautan yang dalam, danbanyak orang yang tenggelam didalamnya, maka jadikanlah perahumu atau kapalmu adalah taqwa kepada Allah Ta’ala, muatannya dan penunjangnya adalah amal sholeh dan iman. Hari-harinya ibarat gelombang sedangkan kompas petunjuk arahnya adalah kitbullah ( Al-Qur’an ). Kematian adalah pantainya sedangkan akhirat adalah pangkalan / dermagatujuan terkahir”.
SEOLAH-OLAH DUNIA ITU BUKAN DUNIA
Saudaraku……… Rasulullah saw bersabda: “Seandainya dunia punya nilai di sisi Allah walau hanya menyamai nilai sebelah sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk pun.”
Saudaraku……… Jika dunia ibarat hutan, maka anda sekarang sudah berada di tengah hutan itu untuk berburu, dan anda harus mendapatkan buruan yang banyak dan bermanfaat, karena anda tidak akan terus menerus hidup di hutan. Jika dunia anda ibaratkan pohon yang rindang, maka anda seorang musafir yang sedang istirahat sejenak untuk memulihkan tenaga agar bisa melakukan perjalanan panjang dan bisa sampai ke tempat tujuan akhir dengan selamat. Jika dunia ini anda ibaratkan pasar, maka Anda sekarang seolah-olah berada di tengah pasar itu, di tengah keramaian lalu lalang manusia dengan beraneka maksud dan tujuan. Jika dunia ini anda ibaratkan rumah, maka anda adalah seorang tamu yang harus tunduk dan patuh terhadap tuan rumahnya ( yaiut Allah Ta’ala Pencipta ini semua).

SEOLAH-OLAH CINTA, PADAHAL NAFSU
Saudaraku……… Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mengasihi dan menyayangi, serta jauh dari sifat benci dan dengki. Sedangkan Nafsu sering diartikan sebagai kecenderungan atau keinginan jiwa untuk menggapai sesuatu dengan tanpa batasan dan tujuan


DAN MASIH BANYAK LAGI SEOLAH-OLAH YANG LAINNYA... NANTIKAN KELANJUTANNYA.....

waktu kantoran